#htmlcaption1 Ayok Bekerja! Menananm Benih Benih Kehidupan #htmlcaption2 Sebab Kedamaian Milik Kami Bersama

Program Program

1. Oxfam
2. Ford Foundation
3. LEI
4.Tifa Foundation

Populer Post

Undang Investor, KEK Mandalika Siapkan SDM Berkelas Dunia; Investasi Semester I-2015, Rp 600 M

MATARAM, 17 DESEMBER 2014 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkelas internasional. Langkah
ini ditujukan sebagai upaya mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Mandalika, dan menarik masuknya investor ke dalam kawasan tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi dalam siaran
persnya, di Mataram, Rabu (17/12/2014).

“Kami akan siapkan Balai Latihan Kerja (BLK) bertaraf internasional di
sekitar KEK Mandalika. Sehingga menghasilkan SDM berkelas dunia,” ujar dia.

Zainul mengatakan, melalui BLK bertaraf internasional yang ada di sekitar
Mandalika, akan menghasilkan para tukang bangunan yang akan bekerja di
dalam kawasan, bisa memiliki sertifikasi internasional.

*Dukungan Penuh*

Selain itu, ucap Zainul Majdi, pihaknya juga akan mendukung penuh seluruh
proses yang diperlukan untuk mewujudkan KEK Mandalika. Beberapa hal
diantaranya adalah pertama, melakukan koordinasi dengan pihak PT Perusahaan
Listrik Negara (PLN) untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik ke dalam
kawasan KEK Mandalika.

Kedua, secara berkala akan melakukan supervisi menyeluruh terhadap kinerja
PT *Indonesia Tourism Development Corporation* (ITDC), untuk menjaga agar
pembangunan KEK Mandalika berjalan sesuai perencanaan.

“Ya mudah-mudahan, semua bisa berjalan dengan baik. Harap senantiasa selalu
di supervisi terus, agar bisa berjalan dengan baik,” jelas Zainul.

Ketiga, mengutus tim pembangunan KEK Mandalika untuk melakukan kunjungan
belajar ke KEK Sei Mangkei dan KEK Tanjung Lesung. Tujuannya, untuk
menyerap pembelajaran tentang pembangunan dan pengelolaan KEK setempat bagi
pembangunan KEK Mandalika.

Keempat, melakukan koordinasi dengan presiden Indonesia terkait progres dan
capaian yang diraih KEK Mandalika, sebagai gambaran utuh pembangunan KEK
tersebut serta dampaknya bagi masyarakat luas. Kelima, membangun Sekolah
Tinggi Pariwisata (STP) di dalam kawasan KEK Mandalika, sebagai SDM yang
nantinya akan bekerja di dalam kawasan KEK itu.

“Kami berharap bisa melakukan *groundbreaking* bersamaan dengan peresmian
STP, dan sekaligus juga pembangunan hotel yang sudah direncanakan ada dalam
kawasan. Semoga *follow up* dari *groundbreaking* itu bisa terwujud,”
tandas Gubernur.

Intinya, tambah dia, pihaknya siap mendukung agar KEK Mandalika bisa
berjalan sesuai yang diharapkan, dan agar kawasan bisa segera dikembangkan.
Bahkan, berbagai instrumen yang dibutuhkan, seperti regulasi dan fasilitasi
yang diharapkan, akan diberikan.

“Termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan, akan kami siapkan. Bersama
dengan kabupaten Lombok Tengah tentunya. Jadi, apapun yang dibutuhkan akan
kami siapkan,” tegas Zainul.

*Serap Rp 600 M*

Dikonfirmasi terpisah, Pimpinan Proyek Indonesia Tourism Development
Corporation (ITDC) Indah Juanita menuturkan, hingga semester I-2015
mendatang sejumlah proyek pembangunan terus dipastikan berjalan.
Diantaranya, kata dia, pembangunan 1 hotel milik ITDC dan 1 hotel dari
investor swasta. Berikutnya adalah pembangunan infrastruktur pendukung
seperti jalan, utilitas, dan yang lainnya.

“Diperkirakan, anggaran untuk pembangunan setiap hotel senilai Rp 250
miliar, sehingga untuk membangun hotel saja akan terserap dana sebesar Rp
500 miliar. Sedangkan anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp 100
miliar. Jadi kami perkirakan, hingga semester I-2015, akan terserap dana
sebesar Rp 600 miliar di KEK Mandalika,” papar Indah.

*Peranan Gubernur*

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto
mengungkapkan beberapa peranan Gubernur NTB yang sangat diharapkan.
Pertama, upaya percepatan pembentukan administrator. Karena administrator
nantinya akan bertugas memberikan pelayanan perijinan terpadu di kawasan
KEK.

“Peran Administrator nantinya sangat penting. Karena seluruh proses
perijinan yang dibutuhkan investor ada di dalam kewenangan Administrator.
Dan tidak perlu lagi melalui pemerintah pusat,” jelas Enoh.

Kedua, mengalokasikan pembiayaan untuk Sekretariat Dewan Kawasan. Termasuk
untuk menyediakan tenaga Administrator yang akan bertugas nantinya di Dewan
Kawasan.

“Kami berharap, agar KEK Mandalika bisa menjadi *role model* bagi KEK
lainnya di seluruh Indonesia,” papar Enoh.

Read More »
07.13 | 0 komentar

DOKUMEN GEOPARK RINJANI DIKIRIM KE UNESCO


 Mataram, 16/12 (Antara) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian
Pariwisata telah mengirim dokumen usulan Gunung Rinjani menjadi taman
dunia (geopark) ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan
Kebudayaan (UNESCO).
         Kepala Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat Chairul Mahsul, di
Mataram, Selasa, mengatakan seluruh kelengkapan dokumen yang
berkaitan dengan persiapan Gunung Rinjani menjadi Global Geopark
Network (GGN) UNESCO telah dikirim Kementerian Pariwisata akhir
November lalu.
         "Yang jelas semua dokumen yang berkaitan dengan Gunung Rinjani
sudah dikirim," katanya.
         Menurut dia, dokumen tersebut meliputi keseluruhan data dari
Gunung Rinjani, termasuk situs-situs yang termasuk dalam "geo
side" Rinjani, seperti Batu Bolong, Air Terjun Benang Kelambu,
Air Terjun Benang Stokel, Lava Bantal yang ada di Gili Trawangan.
         Menurut dia, saat ini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata
dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB hanya bisa menunggu
tanggapan dari tim GGN UNESCO.
         "Sekarang tinggal menunggu, apakah ada perbaikan atau tidak kami
belum tahu. Tapi yang jelas semua persyaratan Rinjani menjadi
geopark sudah dipenuhi," ujarnya.
         Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan tersebut diterima,
maka tim asesor dari GGN UNESCO akan turun untuk melihat dan
melakukan penilaian terhadap Gunung Rinjani.
         "Mudah-mudahan Mei 2015 tim asesor dari GGN UNESCO turun ke
Gunung Rinjani," ucapnya.
         Pemerintah Provinsi NTB menargetkan pada 2015 gunung berapi
tertinggi kedua di Indonesia itu sudah harus menjadi geopark
dunia yang tercatat di UNESCO.
         Advisor Asia Fasifik Geopark Global Network Prof Mahito Watanabe
saat berkunjung ke Lombok mengatakan peluang NTB menjadikan
Gunung Rinjani menjadi geopark dunia cukup terbuka.
         "Kalau saya melihat sangat berpeluang, tinggal bagaimana
keseriusan pemerintah daerah  menjadikan Gunung Rinjani sebagai
geopark dunia," ujar Watanabe saat datang ke Lombok beberapa
waktu lalu.
         Kawasan Geopark Rinjani Lombok meliputi lima wilayah
kabupaten/kota, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat,
Lombok Utara dan Kota Mataram. Batasan kawasan geopark Rinjani
meliputi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dan BKSDA Provinsi
NTB.
         Kementerian Pariwisata dan Badan Geologi sendiri telah menetapkan
Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai taman bumi atau
geopark nasional, setelah melewati serangkaian proses
dokumentasi. Sertifikat Rinjani Geopark Nasional diserahkan pada
12 November 2013.
         Sertifikasi itu didasarkan pada dokumen pendukung untuk
mendapatkan penetapan geopark nasional antara lain data tentang
hamparan geologi, hamparan biologi, data budaya, dan peran
masyarakat dalam lokasi yang hendak dijadikan geopark nasional.
***2***

(U.KR-NIA/B/E.K. Sinoel/E.K. Sinoel) 16-12-2014 16:04:41
Let's visit the most credible news portal
www.antaranews.com. One click away, Indonesia!

Read More »
07.10 | 0 komentar

Hutan Sesaot: Jasa lingkungan yang belum tersingkap


Oleh Subekti Rahayu, Noviana Khususiyah, Tonni Asmawan dan Erik Setiawan


Canda tawa dan senda gurau anak-anak sambil berenang adalah pemandangan yang lumrah dijumpai di Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Sekilas seperti petualangan anak dalam kisah bocah petualang di salah satu stasiun TV. Air yang jernih dan bersih, dikelilingi hijaunya pepohonan seperti magnet yang selalu menarik anak-anak untuk bermain. Sangat kontras dengan kehidupan anak-anak di kota yang harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk bisa sekedar bermain di wahana air.

Penyedia air bersih
Air jernih di sepanjang Kali Sesaot merupakan satu indikator bahwa sumber air di bagian hulu masih terpelihara dengan baik. Identifikasi lapangan yang dilakukan oleh ICRAF menemukan sebanyak 56 sumber mata air yang bermuara ke Kali Sesaot, Kali Jangkok, Kali Tembiras, Kali Pemoto, Kali Bentoyang, Kali Betung dan Kali Bensue. Mata air Ranget dimanfaatkan sebagai sumber air baku oleh PDAM untuk memenuhi sekitar 98.000 pelanggan di Kota Mataram. Air Kali Jangkok digunakan untuk irigasi sampai ke daerah Lombok Tengah. Apa yang akan terjadi jika air dari kawasan Sesaot mengering dan menghilang?

Kelestarian sumber-sumber air di daerah hulu hutan Sesaot tersebut tidak terlepas dari kearifan lokal masyarakat dalam menanam kayu dan buah-buahan. Kayu dan buah-buahan memiliki pola perakaran yang membantu infiltrasi air hujan agar tersimpan dalam tanah, mampu mempertahankan tanah dari erosi dan longsor, serta menghasilkan seresah yang merupakan sumber bahan organik tanah.

Meskipun kawasan hutan Sesaot menyediakan jasa berupa sumber air yang begitu besar, namun hingga saat ini belum ada mekanisme imbal jasa lingkungan bagi masyarakat di daerah hulu sebagai pemelihara kelestarian hutan dalam menjaga keberlanjutan fungsi hidrologi.

Penyerap karbon
Kawasan hutan Sesaot saat ini terbagi menjadi kawasan hutan primer, hutan sekunder, perkebunan mahoni dan agroforestri dengan berbagai jenis tanaman kayu, buah-buahan dan tanaman pangan tahunan. Agroforestri pada kawasan ini dikembangkan oleh masyarakat dari lahan alang-alang dan hutan sekunder bekas tebangan yang ditinggalkan oleh perusahaan pengelola sekitar tahun 1976.

Tegakan tanaman kayu, buah-buahan dan tanaman pangan setahun memberikan sumbangan terhadap cadangan karbon yang cukup berarti yaitu antara 40 sampai 60 ton per hektar pada umur kebun antara 10 sampai 20 tahun. Bahkan di perkebunan mahoni yang berumur 50 tahun, cadangan karbonnya mencapai 350 ton per hektar atau setara dengan cadangan karbon pada hutan primer.

Komitmen masyarakat untuk menjaga kawasan perkebunan mahoni, maupun mempertahankan pohon-pohon durian tua berumur ratusan tahun di kawasan ini dan juga melakukan penanaman kayu serta buah-buahan di lahan yang mereka kelola tentu akan menambah tingginya cadangan karbon.

Apakah implikasinya bila cadangan karbon bertambah? Pertambahan cadangan karbon memiliki peran yang sangat berarti dalam upaya mitigasi perubahan iklim yang saat ini sedang dibicarakan oleh berbagai pihak di seluruh dunia. Potensi pasar karbon bagi daerah ini menjadi suatu peluang apabila mampu mempertahankan atau bahkan menambah cadangan karbonnya.

Keindahan alam
Tegakan mahoni yang masih dilestarikan memiliki potensi sebagai kawasan wisata dan menciptakan suasana sejuk seperti di hutan alam. Apalagi dengan adanya sumber mata air Aek Nyet menambah keindahan tempat ini. Pada hari libur, banyak pengunjung datang untuk menikmati sejuknya kawasan ini. Ke depannya perlu upaya pengelolaan berkaitan dengan potensi wisata tersebut sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan dan kesejukan alam secara cuma-cuma.

Benar-benar kehidupan yang menyenangkan, air, udara bersih dan keindahan alam masih dapat dinikmati secara gratis di kawasan ini. Akankah semuanya mampu bertahan?

Peningkatan kesejahteraan masyarakat
Dari ketiga uraian di atas, kawasan hutan Sesaot masih mampu menyediakan sumber air bersih, udara bersih dan keindahan alam. Bagaimana dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya? Idealnya, harus ada keseimbangan antara kelestarian lingkungan biofisik dengan kesejahteraan masyarakat.

Kawasan hutan Sesaot saat ini dikelola oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani HKm. Di kawasan ini ada empat kelompok HKm (KMPH, Wana Lestari, Wana Darma dan Wana Abadi), namun baru satu kelompok yang sudah mendapatkan ijin HKm dari Bupati. Lahan garapan tersebut mereka peroleh dengan cara pembagian, membuka langsung dari belukar tua, dan mengganti rugi. Dalam pengelolaannya, setiap anggota kelompok diharuskan menanam pohon dengan proporsi 70% tanaman multiguna (MPTs) dan 30% tanaman kayu-kayuan.

Meskipun sudah ada persyaratan dalam pengelolaan lahan, tetapi menurut Rahmat Sabani, Direktur Konsepsi, saat ini proporsi tanaman yang dibudidayakan masyarakat masih belum memenuhi target dalam upaya pelestarian fungsi hutan. Memang, kondisi saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya yang hanya berupa lahan campuran antara alang-alang dan belukar.

Seorang petani di kawasan ini juga mengaku, bahwa dalam dua tahun terakhir ini mereka banyak melakukan penanaman pohon durian. Harapannya, dalam 10 tahun mendatang kawasan hutan Sesaot menjadi penghasil durian untuk daerah Lombok Barat.

Secara ekonomi, saat ini kondisi masyarakat pengelola lahan HKm Sesaot sudah lebih baik, karena tanaman buah-buahan (durian, kemiri, rambutan, manggis, alpukat) sudah mulai menghasilkan buah. Demikian pula tanaman coklat, kopi dan pisang yang memberikan kontribusi pendapatan cukup besar bagi rumah tangga. Saat ini kawasan ini menjadi penghasil pisang untuk memasok ke daerah Bali, terutama pada saat hari raya umat Hindu. Pisang yang dihasilkan dari kawasan ini cukup banyak dan kualitasnya bagus.

Sumber pendapatan terbesar petani (lebih dari 50%) di kawasan Sesaot berasal dari hasil tanaman agroforestri di hutan HKm. Pendapatan lain adalah tenaga upahan dan sumber lain hanya memberikan kontribusi kecil. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap kawasan hutan. Oleh karena itu, upaya untuk dapat menyelaraskan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan harus dilakukan. Apakah mekanisme imbal jasa lingkungan menjadi suatu jalan tengah? Pekerjaan rumah untuk mencari jalan tengah inilah yang perlu kita kerjakan bersama-sama demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Perkembangan implementasi imbal jasa lingkungan di Lombok Barat
Potensi jasa lingkungan di kawasan hutan Sesaot sudah menjadi bahan pemikiran bagi lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah setempat. Pada tahun 2007, KONSEPSI, Dinas Kehutanan dan kelompok masyarakat mendorong pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengeluarkan Perda No. 4 tahun 2007 tentang pengelolaan jasa lingkungan dan diikuti penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Lombok Barat dengan pihak PDAM Menang-Mataram pada bulan November 2009 tentang pembayaran jasa lingkungan sebesar Rp.1000 setiap bulan kepada 59.000 pelanggan PDAM. Dana ini dikelola oleh Institusi Multi Pihak (IMP) untuk menjamin daerah sumber mata air yang berada di kawasan Hutan Sesaot tetap lestari. Dana ini juga digunakan untuk perbaikan ekonomi masyarakat sekitar Desa Sesaot, seperti Desa Lebah Sempage, Batu Mekar dan Sedau.

Read More »
05.50 | 0 komentar